If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.
Forum Lowongan Kerja - Modus penipuan bukan hanya berkedok investasi seperti Koperasi Langit Biru, tapi lulusan perguruan tinggi pun harus berhati-hati jika mendapatkan tawaran kerja ke luar negeri. Pasalnya, lima warga Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur, telah menjadi korban sindikat berkedok lowongan kerja tersebut.
"Sungguh merisaukan, ada lima lulusan perguruan tinggi dari Kabupaten Tulung Agung mengadu jadi korban penipuan tawaran kerja ke luar negeri, yaitu Prancis dan Yunani," kata Anggota Komisi III DPR RI, Eva K Sundari, di Jakarta, Rabu (6/6).
Dituturkan Eva, masing-masing korban berhubungan via internet, dan per orang telah mentransfer dana sebesar Rp 25 juta. Namun, setelah transfer dilakukan, akun email pihak yang merekrut tersebut ditutup, dan kelimanya tidak pernah mendapat jawaban soal keberangkatannya.
Sementara itu, seorang lulusan Unibraw yang berdomisili di Malang, Satriya, nyaris jadi korban penipuan dengan modus sama. Awalnya, Satriya bertemu seorang bule bernama Johan Scoffed di salah satu mal di Jakarta. Setelah beberapa kali berkominikasi pascapertemuan itu, Satriya ditawari akan dicarikan pekerjaan di Nokia United Kingdom (UK).
"Tidak berapa lama, Satriya berkorespondensi dengan Mr Johan Scoffed yang mengaku sebagai Hiring Coordinating Officer Nokia Co, menggunakan email address [email protected]," ungkap Eva.
Dalam suratnya, lanjut Eva, Scoffed menjelaskan syarat penerimaan pegawai dan jumlah gaji yang dijanjikan. Kemudian, John meminta Satriya mentransfer uang sejumlah 1.500 pounds atau senilai Rp 20 juta untuk biaya mengurus imigrasi ke Inggris.
Karena tawaran yang disampaikan Scoffed melalui email tersebut dinilai mencurigakan karena tak masuk akal, untuk menyakinkan kebenaran informasi tersebut, Satriya menghubungi kantor Nokia UK. Pihak Nokia UK menyatakan, nama Johan Scoffed tidak tercantum sebagai karyawan perusahaan tersebut.
Menurut Eva, tingginya jumlah pengangguran terdidik di Tanah Air menjadi lahan bisnis penipuan. Tidak berfungsinya kantor-kantor Depnakertrans sebagai biro perekrutan tenaga kerja berbagai level, tidak seperti di beberapa negara Eropa menambah rawan situasi para lulusan untuk terjebak penipuan.
"Sepatutnya ada kampanye luas oleh Menakertrans soal bahaya penipuan terhadap calon TKI yang ternyata bukan saja yang unskilled tapi juga skilled workers sebagai sasaran penipuan," pungkasnya, gatra.com
Bookmarks