If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.
Bursa kerja ke luar negeri yang disediakan secara online di kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab. Sumedang, kurang diminati masyarakat.
Pasalnya pada umumnya pencari kerja yang datang ke kantor tersebut lebih menyukai pekerjaan di kota-kota besar di dalam negeri seperti Bandung, Jakarta, dan sekitarnya.
"Tadi sempat ada yang memberitahu ada lowongan kerja di luar negeri, seperti Korea. Namun saya tidak tertarik," kata Yusni (23), yang mengaku lulusan sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung kepada "GM", Jumat (22/10), usai membuat kartu kuning di kantor Dinsosnaker setempat.
Alasan ketidaktertarikannya untuk bekerja di luar negeri adalah beberapa kasus kekerasan yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI), khususnya yang dialami para tenaga kerja wanita (TKW), yang terus berulang.
Sebagai wanita yang belum memiliki pengalaman hidup di luar negeri, tentu kasus kekerasan seperti itu membuat takut. Apalagi selain mendapat penyiksaan keji, tidak sedikit pula para TKW yang mengalami pelecehan seksual sampai pemerkosaan. Seperti yang sering diberitakan di televisi.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinsosnaker Kab. Sumedang, Drs. H. Nana Harkam, M.Si. ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Padahal menurutnya, bursa kerja ke luar negeri yang dibuka secara online itu, telah mendapat jaminan dari beberapa penyalur tenaga kerja Indonesia (PJTKI).
Sehingga bursa kerja ke luar negeri itu bisa dibilang merupakan jalur resmi. Apalagi prosesnya, mulai dari persiapan pemberangkatan sampai penempatannya di negara tujuan diketahui oleh pemerintah, galamedia.
Bookmarks